sharon sanders
Editor-in-Chief & President
Flu Burung Ditemukan Lagi di Polewali Mandar
Penulis: Farhan Matappa
POLEWALI MANDAR—MEDIA: Kasus flu burung kembali ditemukan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kali ini kasus mematikan tersebut ditemukan di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonmulyo.
Kasus flu burung di desa ini diketahui setelah lebih 70 ekor ayam warga setempat mati mendadak dalam lima hari terakhir. Menurut staf Penanggulan Flu Burung Polewali Mandar, drh Isnaenia Bagenda, dari hasil pengujian di lokasi ayam yang mati tersebut disebabkan karena terserang flu burung.
"Memang dari hasil hasil uji cepat, ayam di desa ini memang telah terjangkit flu burung," kata Isnaenia, Jumat (7/12).
Untuk mendapat kapastian, organ tubuh dari ayam yang mati di desa Banua Baru telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan.
Ironisnya, sebelum Tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Polewali Mandar melakukan uji sampel warga di desa tersebut ternyata telah membuang sebagian ayam mati ke kali, meski sebagian lainnya dikubur. Padahal sesuai ketentuan standar penanganan Flu Burung, ayam yang mati karena virus H5N1 harus dibakar.
Sebelumnya, flu burung ditemukan di Kelurahan Tinambung Kecamatan Tinambung, Desa Kanang, Kecamatan Binuang, Desa Sugih Waras Kecamatan Wonomulyo dan Kelurahan Lantora Kecamatan Polewali. (FH/OL-06)
http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=151699
The case of bird flu was again found in the Polewali Mandar Regency, West Sulawesi.
This time this deadly case was found in the Banua Baru Village, Kecamatan Wonmulyo.
The case of bird flu was in this village known after more the resident's 70 local chickens died suddenly in five last days.
According to the staff Penanggulan Flu Burung Polewali Mandar, drh Isnaenia Bagenda, from results of the testing in the location of the chicken that died this was caused because of being attacked by bird flu.
To get kapastian, the body organ was from the chicken that died in the village of Banua Baru sent to the Besar Veteriner Maros Hall, South Sulawesi.
Ironically, before the Team from the Pertanian Service and Livestock Breeding of Polewali Mandar carried out the sample test of the resident in this village evidently threw some chickens away died to the time, although another part was buried.
In fact in accordance with the provisions of the standard of the handling of Bird Flu, the chicken that died because of the virus H5N1 must be burnt.
Beforehand, bird flu was found in the Tinambung Kecamatan Tinambung District, Desa Kanang, Kecamatan Binuang, Desa Sugih Waras Kecamatan Wonomulyo and the Lantora Kecamatan Polewali District.</pre>
Penulis: Farhan Matappa
POLEWALI MANDAR—MEDIA: Kasus flu burung kembali ditemukan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kali ini kasus mematikan tersebut ditemukan di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonmulyo.
Kasus flu burung di desa ini diketahui setelah lebih 70 ekor ayam warga setempat mati mendadak dalam lima hari terakhir. Menurut staf Penanggulan Flu Burung Polewali Mandar, drh Isnaenia Bagenda, dari hasil pengujian di lokasi ayam yang mati tersebut disebabkan karena terserang flu burung.
"Memang dari hasil hasil uji cepat, ayam di desa ini memang telah terjangkit flu burung," kata Isnaenia, Jumat (7/12).
Untuk mendapat kapastian, organ tubuh dari ayam yang mati di desa Banua Baru telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan.
Ironisnya, sebelum Tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Polewali Mandar melakukan uji sampel warga di desa tersebut ternyata telah membuang sebagian ayam mati ke kali, meski sebagian lainnya dikubur. Padahal sesuai ketentuan standar penanganan Flu Burung, ayam yang mati karena virus H5N1 harus dibakar.
Sebelumnya, flu burung ditemukan di Kelurahan Tinambung Kecamatan Tinambung, Desa Kanang, Kecamatan Binuang, Desa Sugih Waras Kecamatan Wonomulyo dan Kelurahan Lantora Kecamatan Polewali. (FH/OL-06)
http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=151699
The case of bird flu was again found in the Polewali Mandar Regency, West Sulawesi.
This time this deadly case was found in the Banua Baru Village, Kecamatan Wonmulyo.
The case of bird flu was in this village known after more the resident's 70 local chickens died suddenly in five last days.
According to the staff Penanggulan Flu Burung Polewali Mandar, drh Isnaenia Bagenda, from results of the testing in the location of the chicken that died this was caused because of being attacked by bird flu.
To get kapastian, the body organ was from the chicken that died in the village of Banua Baru sent to the Besar Veteriner Maros Hall, South Sulawesi.
Ironically, before the Team from the Pertanian Service and Livestock Breeding of Polewali Mandar carried out the sample test of the resident in this village evidently threw some chickens away died to the time, although another part was buried.
In fact in accordance with the provisions of the standard of the handling of Bird Flu, the chicken that died because of the virus H5N1 must be burnt.
Beforehand, bird flu was found in the Tinambung Kecamatan Tinambung District, Desa Kanang, Kecamatan Binuang, Desa Sugih Waras Kecamatan Wonomulyo and the Lantora Kecamatan Polewali District.</pre>