Announcement

Collapse
No announcement yet.

Indonesia: Dua Kasus Flu Burung Dikonfirmasi Selama 2014

Collapse
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Indonesia: Dua Kasus Flu Burung Dikonfirmasi Selama 2014

    Dua Kasus Flu Burung Dikonfirmasi Selama 2014

    18-06-2014 |

    Jakarta, Indonews - Dua kasus flu burung dikonfirmasi laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan selama Januari-Juni 2014 yaitu satu kasus di Jawa Tengah pada April dan satu kasus di Jakarta pada Juni.

    "Untuk Jakarta, saya sampaikan hasil pemeriksaan spesimen pasien suspect H5 atas nama Reza Ahmadi (33) meninggal di RS Islam Pondok Kopi, memang berdasar pemeriksaan di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan adalah konfirm H5N1 dengan realtime dan konvensional PCR." kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu (18/6).

    Indonesia merupakan negara terbanyak yang melaporkan kasus flu burung berdasar hasil konfirmasi laboratorium dengan 197 kasus, disusul oleh Mesir 175 kasus, Vietnam 127 kasus, Kamboja 56 kasus dan China 47 kasus.

    "Secara total ada 666 kasus flu burung H5N1 yg terkonfirmasi laboratorium di dunia dari 15 negara, 393 di antaranya (59 persen) meninggal dunia." ujar Tjandra.

    Untuk 2014 ada lima negara yang melaporkan kasus Flu Burung H5N1 berdasar konfirmasi laboratorium yaitu Kamboja 9 kasus, Mesir 2 kasus, Indonesia 2 kasus, Vietnam 2 kasus dan China 2 kasus.

    Kasus flu burung pertama kali tercatat pada tahun 1997 dan banyak ditemui di kawasan Asia yang menular perantara unggas yaitu melalui air liur, lendir, kotoran dan juga udara yang tercemar oleh virus H5N1 yang berasal dari kotoran unggas yang sakit. Gejalanya antara lain demam tinggi diatas 38 derajat celcius disertai sakit tenggorokan, batuk pilek dan sakit kepala serta dalam waktu singkat dapat makin menghebat disertai sesak nafas dan peradangan saluran pernafasan atas. Gejala itu juga dapat berlanjut menjadi radang paru (pneumonia) dengan kemungkinan kematian tinggi.

    Indonews
    ?Addressing chronic disease is an issue of human rights ? that must be our call to arms"
    Richard Horton, Editor-in-Chief The Lancet

    ~~~~ Twitter:@GertvanderHoek ~~~ GertvanderHoek@gmail.com ~~~
Working...
X